Saat masih duduk dibangku sekolah Menengah Kejuruan yaitu SMK Negeri 1 Cepu. Sebuah sekolah di kota kecil yang bernama Cepu yang memiliki julukan "Kota Minyak" tapi suka diplesetkan menjadi Kota Kimcil. Entah apa maksudnya saya juga tidak tahu. Kota ini berada di provinsi Jawa Tengah lebih tepatnya di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kota dimana banyak orang yang gemar ngopi tapi pesennya Es. Kota yang kita puterin lima kali, bensin gak bakal habis. Banyak remaja yang memiliki problematika "Mantan Pacar" diambil temen sendiri. Yaa kira-kira begitulah deskripsi Cepu kotaku tercinta. Kota kecil sejuta cerita :)
Balik lagi ke sekolah nih. Saat pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Guru yang kebetulan saat menulis blog ini saya lupa namanya memberikan sebuah tugas membuat Monolog. Tentunya anda tahu kan apa itu monolog? Yap benar sekali. Menurut wikipedia monolog adalah suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang atau dialog bisu untuk melakukan adegan/sketsanya. Gitulah intinya. Ya saya sangat bersyukur karna temanya bebas. Saya termasuk kategori orang yang tidak bisa mengarang. Menulis blog ini saja penuh perjuangan. Apaan. Lebay. Hehe. Padahal punya cita-cita jadi penulis dan reporter. Sayang sekali. Dampaknya nilai bahasa indonesia saya agak rendah dibandingkan nilai mata pelajaran yang lain seperti matematika.
Tanpa basa basi saya langsung meng-sms kakak saya yang ketiga panggil saja Mbak Utami. Beliau sangat pandai mengarang dan membuat puisi-puisi cinta. Intinya sih saya sms karena ada maunya. Ah, adik macam apa ini. Jangan ditiru. Saya meminta tolong kakak saya untuk membuatkan monolog. Karena sudah kebingungan dan serasa berada di jalan buntu memikirkan tema yang akan dibuat monolog, untungnya terbersit di pikiran saya untuk menggunakan tema tentang Sang Idola.
Pada saat itu saya sangat mengidolakan penjaga gawang timnas Indonesia yang bermain untuk sebuah klub di Sumatera Selatan, Sriwijaya Fc yaitu Ferry Rotinsulu yang identik dengan nomor punggung 12. Selain wajahnya yang rupawan ia juga selalu menjadi andalan di timnas maupun di klubnya. Kakak saya pun menyetujui untuk membuatkan sebuah monolog dengan tema Sang Idola.
Kira-kira beginilah monolog yang dibuatkan kakakku:
"IDOLAKU FR12"
Senyum tipis disudut bibirmu..
Tatapan mata elang menusuk relung hatiku..
Menggodaku, saat aku melihat engkau dilukisan alam imajinasiku..
Terlihat sederet gigi putihmu..
Saat engkau tertawa dibatas layar yang tak mungkin dapat aku tembus..
Andai aku bisa menjadikanmu sebagai pesona yang nyata..
Memandangmu, memegang tanganmu atau bahkan mungkin memeluk tubuh kekarmu..
Meski takkan ada senyum termanis yang bisa aku buat untukmu..
Balik lagi ke sekolah nih. Saat pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Guru yang kebetulan saat menulis blog ini saya lupa namanya memberikan sebuah tugas membuat Monolog. Tentunya anda tahu kan apa itu monolog? Yap benar sekali. Menurut wikipedia monolog adalah suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang atau dialog bisu untuk melakukan adegan/sketsanya. Gitulah intinya. Ya saya sangat bersyukur karna temanya bebas. Saya termasuk kategori orang yang tidak bisa mengarang. Menulis blog ini saja penuh perjuangan. Apaan. Lebay. Hehe. Padahal punya cita-cita jadi penulis dan reporter. Sayang sekali. Dampaknya nilai bahasa indonesia saya agak rendah dibandingkan nilai mata pelajaran yang lain seperti matematika.
Tanpa basa basi saya langsung meng-sms kakak saya yang ketiga panggil saja Mbak Utami. Beliau sangat pandai mengarang dan membuat puisi-puisi cinta. Intinya sih saya sms karena ada maunya. Ah, adik macam apa ini. Jangan ditiru. Saya meminta tolong kakak saya untuk membuatkan monolog. Karena sudah kebingungan dan serasa berada di jalan buntu memikirkan tema yang akan dibuat monolog, untungnya terbersit di pikiran saya untuk menggunakan tema tentang Sang Idola.
Pada saat itu saya sangat mengidolakan penjaga gawang timnas Indonesia yang bermain untuk sebuah klub di Sumatera Selatan, Sriwijaya Fc yaitu Ferry Rotinsulu yang identik dengan nomor punggung 12. Selain wajahnya yang rupawan ia juga selalu menjadi andalan di timnas maupun di klubnya. Kakak saya pun menyetujui untuk membuatkan sebuah monolog dengan tema Sang Idola.
Kira-kira beginilah monolog yang dibuatkan kakakku:
"IDOLAKU FR12"
Senyum tipis disudut bibirmu..
Tatapan mata elang menusuk relung hatiku..
Menggodaku, saat aku melihat engkau dilukisan alam imajinasiku..
Terlihat sederet gigi putihmu..
Saat engkau tertawa dibatas layar yang tak mungkin dapat aku tembus..
Andai aku bisa menjadikanmu sebagai pesona yang nyata..
Memandangmu, memegang tanganmu atau bahkan mungkin memeluk tubuh kekarmu..
Meski takkan ada senyum termanis yang bisa aku buat untukmu..
06.50 |
Category:
Curhat
|
0
komentar

Comments (0)